Sahih Muslim
2009.01

Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Mu'adz Al 'Anbari] telah menceritakan kepada kami [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Al Barra`] dia berkata, " [Abu Bakar As Shidiq] berkata, "Ketika kami keluar bersama-sama dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari Makkah menuju Madinah, kami melewati seorang penggembala, ketika itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat kehausan." Abu Bakar berkata, "Lalu saya memeraskan untuk beliau sedikit dari air susu (kambing milik pengembala), kemudian saya membawanya ke hadapan beliau lalu beliau meminumnya sampai saya merasa puas

2009.02

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dan [Ibnu Basysyar] sedangkan lafadznya dari Ibnu Mutsanna, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata; saya mendengar [Abu Ishaq Al Hamdani] dia berkata; saya mendengar [Al Barra`] berkata, "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berangkat dari kota Makkah menuju Madinah, Suraqah bin Malik bin Ju'syum mengejarnya dari belakang." Al Barra` mengatakan, "Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendoakannya hingga kaki kudanya terperosok ke dalam tanah, Suraqah lalu berkata, "Mohonkanlah kepada Allah agar saya dapat terlepas dari kecelakaan ini dan saya tidak akan mengganggu anda lagi." Al Barra` berkata, "Lantas beliau berdo'a kepada Allah." Al Barra` melanjutkan ceritanya, "Tidak lama kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam merasa kehausan dan kebetulan beliau melewati seorang penggembala kambing. Maka [Abu Bakar] berkata, "Kemudian saya mengambil mangkuk dan memerah sedikit susu untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu saya membawanya kepada beliau dan beliau pun meminumnya hingga saya merasa puas

2009.03

Telah menceritakan kepadaku [Salamah bin Syabib] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin A'yan] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] berkata: Aku mendengar [Al Bara` bin Azib] berkata: Abu Bakar Ash Shiddiq mendatangi ayahku di kediamannya lalu Abu Bakar membeli seekor hewan tunggangan, kemudian ia bekata kepada Azib: Utuslah putramu bersamaku untuk membawanya ke rumahku. Ayahku berkata padaku: Bawalah. Aku membawanya dan ayahku keluar bersamanya untuk membayar harganya. Ayahku berkata padanya: Hai [Abu Bakar], ceritakan padaku, apa yang kalian berdua lakukan dimalam saat kau berjalan bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam? Abu Bakar berkata: Ya. Kami berjalan sepanjang malam hingga tengah siang. Jalanan sepi dan tidak ada seorang pun lewat hingga batu besar diangkat untuk kami, batu itu menaungi dan tidak terkena (sinar) matahari setelahnya. Kami singgah didekatnya lalu kami mendekati batu itu. Dengan tanganku, aku meratakan tempat untuk dipakai nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam tidur di bawah naungan batu itu lalu au bentangkan pakaian dari bulu binatang diatasnya, aku katakan: Tidurlah, wahai Rasulullah, aku akan mengawasi disekitar Tuan untuk Tuan. Beliau pun tidur lalu aku pergi mengawasi sekitar beliau. Ternyata ada seorang penggembala kambing yang datang dengan membawa kambing-kambingnya ke batu besar, ia ingin berteduh seperti halnya kami. Aku bertanya: Kau milik siapa hai budak? Ia menjawab: Milik seseorang dari penduduk Madinah. Aku bertanya: Apa ada susu dikambingmu? Ia menjawab: Ya. Aku bertanya: Maukah kau memerah untukku? Ia menjawab: Ya. Ia mengambil sesekor kambing lalu membersihkan kantung susu dari bulu, tanah dan kotoran -Ia (Abu Ishaq) berkata: Aku melihat Al Bara` memukulkan tangannya pada tangan sebelahnya seraya membersihkan- lalu ia memerah untukku dalam gelas yang ada sedikit susunya. Abu Bakar berkata: Aku membawa wadah tempat nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam minum dan wudhu. Ia berkata: Lalu aku mendatangi nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam dan aku tidak membangunkan beliau, ternyata saat itu tepat beliau bangun lalu aku tungankan air ke susu hingga bagian bawahnya mendingin, kemudian aku berkata: Wahai Rasulullah, minumlah susu ini. Beliau minum hingga aku senang. Setelah itu beliau bersabda: "Bukankah sudah waktunya pergi." Aku menyahut: Betul. Kami lalu pergi setelah matahari condong ke barat, sementara itu Suraqah bin Malik mengikuti kami saat kami berada di tanah tandus. Aku berkata: Wahai Rasulullah, kita didatangi. Beliau bersabda: "Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam mendoakan keburukan padanya hingga kudanya jatuh ke lumpur hingga sampai perut, lalu ia berkata: Aku tahu kalian berdua mendoakan keburukan padaku, sekarang berdoalah kepada Allah untukku, demi Allah aku akan akan mengabulkan permintaan kalian berdua. Lalu Allah berdoa kemudian Suraqah selamat lalu kembali. Tidaklah ia menemui seseorang melainkan berkata: Aku sudah mencukupi kalian, ia (Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam) tidak ada disini. Tidaklah ia menemui seorang pun melainkan mengembalikannya. Abu Bakar berkata: Ia menepati janjinya untuk kami. Telah menceritakannya kepadaku [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Umar]. Telah menceritakannya kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah mengkhabarkan kepada kami [An Nadhr bin Syumail] keduanya dari [Isra`il bin Abu Ishaq] dari [Al Bara`] berkata: Abu Bakar membeli seekor hewan tunggangan dari ayahku sebesar tigabelas dirham, iamenyebut hadits dengan makna hadits Zuhair dari Abu Ishaq, dan ia menyebutkan dalam haditsnya dari Rasulullah Utsman bin Umar: Saat Suraqah bin Malik mendekat, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam mendoakannya lalu kudanya terbenam ke dalam tanah hingga perutnya lalu Suraqah melompat dan berkata: Hai Muhammad, aku tahu ini adalah perbuatanmu, berdoalah kepada Allah untuk melepaskanku dari yang aku alami, dan untukmu aku akan membutakan orang yang ada dibelakangku. Ini sarung panahku, ambillah satu panah karena kau akan melintasi untaku dan budak-budakku ditempat ini dan ini, silahkan kau ambil yang kau perlukan. Beliau bersabda: "Aku tidak memerlukan untamu." Kami tiga di Madinah pada malam hari lalu mereka berebutan siapa yang mempersinggahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam. Beliau bersabda: "Singgahlah di bani Najjar, paman-paman Abdul Muthallib, aku memuliakan mereka karena hal itu." Kaum lelaki dan wanita naik di atas rumah, anak-anak dan para pelayan menyebar di jalanan, mereka memanggil-manggil: Wahai Muhammad, wahai Rasulullah, wahai Muhammad, wahai Rasulullah

2009.04

No translation available for this language.